Tampilkan postingan dengan label KM ALAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KM ALAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Subhanallah! Heboh,Video penampakan UFO di Masjid Al-Aqsa Yarussalem,Pertanda Apakah?

Sebuah citra berupa bola cahaya yang melintas di atas sebuah kubah tempat ibadah di Yerusalem Sabtu lalu (29/1/2011) berhasil diabadikan lewat rekaman video. Para pengamat UFO menduga bahwa bola cahaya tersebut merupakan UFO dan bisa berpotensi membuktikan keberadaan alien. Hasil rekaman telah dilihat jutaan orang di internet. Seperti fenomena crop circle di Indonesia, fenomena bola cahaya ini juga mendorong perdebatan sengit. Kelompok maniak UFO dengan tegas mengatakan bahwa bola cahaya itu adalah UFO, sementara kelompok skeptis juga tegas menyangkalnya. Mantan pegawai Kementerian Pertahanan Inggris yang juga investigator UFO Nick Pope mengatakan, “Jika ini nyata, ini adalah salah satu dari beberapa video paling luar biasa yang berhasil direkam. ” Obyek bersinar dan bergerak tampak mendekati Kubah Dome of Rock tak jauh dari Masjid Aqsa di Jerusalem
“Namun, jika ini palsu, maka ini adalah tipuan yang sangat terencana dan terkoordinasi, dirancang untuk menghapus keraguan (tentang adanya UFO),” lanjut Pope. Pope mengatakan, bola cahaya itu tak berawak. “Kami tahu tentara Israel memiliki persenjataan berteknologi canggih. Jika ini adalah salah satunya, ini adalah salah satu teknologi paling canggih yang diciptakan manusia,” papar Pope kaskus.us

Sabtu, 05 Februari 2011

Matahari Terbit Dua HariLebih Cepat DariBiasanya di Greenland


Matahari di atas Greenland,
negara pulau yang terletak di
antara Laut Arctic dan
Atlantic dan sebelah timur
Kanada, muncul dua hari lebih
cepat dari jadwal biasanya. Menurut para ilmuwan,
matahari yang biasanya terbit
di awal tahun ini merupakan
tanda berakhirnya malam
panjang selama satu setengah
bulan di sana. Tapi untuk pertama kalinya
dalam sejarah matahari
terlihat di garis horizon pada
pukul 13.00 waktu setempat
pada 11 Januari lalu. Padahal,
menurut jadwal, matahari semestinya bersinar pada 13
Januari. Kejadian langka ini diduga
karena lapisan atas
permukaan es di Greenland
mencair sehingga sinar
matahari mampu menembus
lebih awal. Teori ini didasarkan atas studi
perubahan cuaca yang
membuktikan bahwa tingkat
lapisan atas es di Greenland
mulai menurun. Laporan dari Organisasi
Meteorologi Dunia
menyebutkan bahwa suhu di
Greenland naik sekitar 3
derajat Celcius dari suhu rata-
rata tahun lalu. Selain itu, pada Desember lalu
suhu udara juga lebih hangat
dari biasanya dan hujan lebih
banyak turun ketimbang
salju. Beberapa kalangan
berpendapat bahwa kemunculan matahari yang
lebih cepat dua hari itu
kemungkinan ada kaitannya
dengan fenomena luar
angkasa. Tapi, Wolfgang Lenhardt,
direktur departemen
geofisika Central Institute
Meteorology di Wina,
menolak teori tersebut.
“Konstelasi bintang tak pernah berubah. Jika itu
terjadi, pasti akan terjadi
kekacauan di bumi, ” katanya.

Sumber: http://landakm-online.blogspot.com


Misteri hilangnya beberapa
kapal laut dan pesawat
terbang di wilayah yang
disebut 'Segitiga Bermuda'
kini tersingkap sudah.
Singkirkan jauh-jauh teori tentang pesawat luar angkasa
alien, anomali waktu,
piramida raksasa bangsa
Atlantis, atau fenomena
meteorologis. Segitiga Bermuda adalah
sebuah fenomena gas akut
biasa, demikian tulis Salem-
News.com. Gas alam, sama
seperti gas yang dihasilkan
oleh air mendidih, terutama gas metana, adalah tersangka
utama di balik hilangnya
beberapa pesawat terbang
dan kapal laut. Bukti dari
penemuan yang membawa
sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui
dunia selama bertahun-tahun
itu tertuang dalam laporan
American Journal of Physics. Gas Metana Bermuda Professor Joseph Monaghan
meneliti hipotesis itu ditemani
oleh David May di Monash
University, Melbourne,
Australia. Dua hipotesis dari
penelitian itu adalah balon- balon raksasa gas metana
keluar dari dasar lautan yang
menyebabkan sebagian besar,
untuk tidak mengatakan
semua, kecelakaan misterius
di lokasi itu. Ivan T Sanderson sebenarnya
telah mengidentifikasi zona-
zona misterius selama tahun
1960-an. Sanderson bahkan
menggambarkan sebenarnya
zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat
ketimbang segitiga. Sanderson
menemukan bahwa bukan
saja Segitiga Bermuda tetapi
Laut Jepang dan Laut Utara
adalah dua area tempat kejadian misterius sering
terjadi. Para Oseanograf yang
menjelajah di dasar laut
Segitiga Bermuda dan Laut
Utara, wilayah di antara Eropa
daratan dan Inggris
melaporkan menemukan banyak kandungan metana
dan situs-situs bekas
longsoran. Berangkat dari
keterkaitan itu dan data-data
yang tersedia, dua peneliti itu
menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon
metana raksasa meledak dari
dasar laut. Metana yang biasanya
membeku di bawah lapisan
bebatuan bawah tanah, bisa
keluar dan berubah menjadi
balon gas yang membesar
secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika
mencapai permukaan air,
balon berisi gas itu akan terus
membesar ke atas dan ke luar. Ilustrasi Setiap kapal yang
terperangkap di dalam balon
gas raksasa itu akan langsung
goyah dan tenggelam ke
dasar lautan. Jika balon itu
cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka
pesawat terbang pun bisa
dihantam jatuh olehnya.
Pesawat terbang yang
terjebak di balon metana
raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin
karena diselimuti oleh metana
dan segera kehilangan daya
angkatnya.