Tampilkan postingan dengan label KM CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KM CERITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

KISAH, KESETIAAN ISTRISELAMA 17 TAHUN


Du
Chanyun
adalah
seorang
guru
di kampung
Dakou
kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou. Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar RB. 6.5 (atau sekitar Rp. 7.000,-). Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya
pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya. Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak bisa jalan, sampai panggung pun saya akan menggendongmu,” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini. Menopang Suami Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar. Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid yang agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal yang paling dia takuti adalah musim
panas dan musim dingin. Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil. Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih. Untung tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai.
Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya yang merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos dari ancaman maut. Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal. Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba. Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar sang istri meninggalkannya.Ia tak ingin sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh- sungguh akan bercerai. Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira. “Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai,
kalian pulang saja, ” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya. “Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua. ” Tidak Bolos Mengajar Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak. Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia
memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin
masak obat anti flu buat anak-anak. Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun. Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah
tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa yang dulu pernah diajari
dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi yang lulus masuk masuk spesialis. Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa yang sangat menggembirakan bagi sepasang suami istri guru ini.

Minggu, 13 Februari 2011

CERITA LUCU, CEWEK BUGIL DAN SUPIR TAKSI


Suatu
pagi
yang
cerah
di
kota “X”, keluarlah
seorang
wanita
cantik
dari
rumahnya. Semua
orang yang dilewatinya terpana melihat kecantikan wajah dan tubuhnya,
karena tak sehelai benang pun menutupi tubuh wanita itu … alias bugil.
Bayangin donk, udah cantik, bugil pula.
Sampai akhirnya dia mulai merasa terganggu atas respon dari setiap orang
yang dilewatinya.
Lalu wanita itupun menyetop sebuah taksi dan masuk dengan tergesa2 … Tapi, taksi itu tak beranjak dari tempatnya,
karena sopir taksi itu tak henti-hentinya menengok ke arah bangku penumpang
di belakangnya … >> wanita cantik : Jalan dong bang, buruan !!!
>> sopir taksi : ………. (terdiam) >> wanita cantik : Kenapa sih??? Ga pernah liat cewek bugil???
>> sopir taksi : Bukan begitu mba,
saya cuma bingung,
saya gak nemuin tempat mba buat nyimpen duit,
nanti bayar taksi nya gimana?
Iya juga yah, kalo bugil kan gak ada kantong buat naro duit…

CERITA LUCU, HADIAH PERPISAHAN GURU TK


Saat
itu
adalah
akhir
tahun
sekolah, dan
seorang
guru
TK
sedang
menerima hadiah
dari
murid-
muridnya.
Putra pemilik toko bunga memberinya hadiah. Guru menggoyangkan kado itu, memegangnya di atas kepala, dan berkata, "Aku yakin aku tahu apa itu. Beberapa bunga.." "Itu benar" anak itu berkata, "tapi bagaimana kau tahu?" "Oh, hanya menebak," katanya. Murid berikutnya adalah putri pemilik toko permen. Guru memegang hadiah itu, menggoyangnya, dan berkata, "Aku yakin aku bisa menebak apa itu. Sebuah kotak permen." "Itu benar, tapi bagaimana kau tahu?" tanya gadis itu. "Oh, hanya menebak," kata gurunya. Hadiah berikutnya adalah dari anak pemilik toko minuman keras. Guru memegang paket itu, tapi paket itu bocor. Dia menyentuh setetes kebocoran itu dengan jarinya dan menyentuh ke lidahnya. "Apakah anggur?" ia bertanya. "Tidak," jawab anak
itu, dengan gembira. Guru mengulanginya, mengambil cairan dari kado yang bocor itu ke lidahnya. "Apakah sampanye?" ia bertanya. "Tidak," jawab anak itu, dengan lebih banyak tersenyum. Guru mencicipi lagi sebelum menyatakan, "Aku menyerah, apa itu?" Anak itu menjawab, "Itu anak anjing!"

CERITA LUCU, MALAM PERTAMA IBARAT PENJARA DAN PENJAHAT


Sepasang
pengantin
baru
sedang
bersiap
menikmati malam
pertama
mereka.
Pengantin
perempuan berkata, “Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa- apa tentang seks. Maukah Mas menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya ?” “Seks itu sederhananya begini?., kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel,” terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.
Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, “Mas, penjahatnya lepas.” Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan ‘penjahatnya ’. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.
Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas terengah-engah berkata, “Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman seumur hidup.” "AYOO MASUKIN LAGI MAS PENJAHATNYA KE SEL"